Friday, May 04, 2018

Tinggal Menunggu Hari, Ini Lho 8 Tradisi Unik Sambut Ramadan yang Ada di Indonesia

Di Indonesia, yang memiliki kekayaan budaya dalam masyarakatnya juga ada berbagai macam tradisi menyambut bulan Ramadan.

Kali ini, TribunTravel.com merangkum delapan tradisi unik dalam menyambut bulan puasa di Indonesia dari berbagai sumber.

1. Nyorog


Nyorog merupakan tradisi menyambut bulan Ramadan yang dilakukan oleh masyarakat Betawi.

Tradisi nyorog dilakukan dengan mengunjungi rumah sanak saudara dan membawakan bingkisan yang biasanya berisi daging, bahan pokok, atau ikan.

Tradisi nyorog bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan.

2. Nyadran


Nyadran merupakan tradisi mengunjungi dan membersihkan makam keluarga dan kerabat pada bulan Sya'ban.

Setelah itu, masyarakat juga menaburkan bunga dan berdoa di makam.

Tradisi ini umum dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur.

3. Malamang


Malamang adalah tradisi membuat lemang menjelang bulan puasa yang dilakukan oleh masyarakat Minang di Sumatra Barat.

Lemang sendiri adalah makanan yang terbuat dari beras ketan dan dimasukkan ke bulub yang dialasi daun pisang,

Setelah itu, lemang disiram santan dan dipanggang dengan kayu bakar.

Setelah matang, lemang dihantarkan ke setiap rumah sebagai simbol permohonan maaf.

4. Megengan


Megengan merupakan tradisi memakan serabi dalam menyambut bulan puasa di Surabaya.

Namun, aslinya tradisi ini berasal dari kawasan Ampel di sekitar Masjid Ampel.

Serabi dalam tradisi megengan cenderung terasa tawar.

Tradisi megengan juga bertujuan untuk selamatan, mendoakan keluarga yang telah meninggal, sekaligus meminta maaf kepada keluarga dan tetangga.

5. Megibung


Meski Islam merupakan agama minoritas di Bali, ternyata ada tradisi menyambut bulan puasa di Pulau Dewata lho.

Megibung pada dasarnya merupakan acara makan bersama yang diselingi obrolan ringan.

Tradisi megibung berasal dari kawasan Karangasem, Bali.

6. Munggahan


Munggahan merupakan tradisi menyambut bulan puasa dari tanah Sunda.

Biasanya, munggahan diadakan sekitar satu atau dua minggu sebelum bulan puasa dengan cara berkumpul bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.

Tak cuma kumpul-kumpul, tradisi munggahan juga disertai acara saling meminta maaf untuk menyucikan diri sebelum melaksanakan ibadah puasa.

7. Dandangan


Di Kudus, ada tradisi dandangan yang sudah ada sejak 400an tahun yang lalu, tepatnya sejak zaman Sunan Kudus.

Tradisi dandangan dilakukan dengan cara menggelar pasar malam yang menjual beraneka ragam barang kebutuhan rumah tangga.

8. Dugderan


Berasal dari Semarang, tradisi dugderan telah berlangsung sejak 1881.

Dugderan zaman sekarang menjadi ajang pesta rakyat lengkap dengan pertunjukan tari-tarian, karnaval, dan tabuh bedug.

Satu ikon dari tradisi dugderan adalah adanya Warak Ngendong.

No comments:

Post a Comment